SPORTKU.COM - Pernah bayangkan bila kita terlepas dari sepeda? Siapapun tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi. Ada beberapa alasan orang memilih jenis sepeda yang diminati. Sebagian karena memang suka, sementara yang lain mengatakan takut dengan sepeda tertentu.
Road. Pengendara mobil sedang mabuk dan menabrak rombongan ini bagai bowling menubruk pin-nya. (Photo: Life)
Sepeda gunung (MTB)
Bagi pecinta sepeda gunung, menyukai jalur alam memang sudah pilihannya. Dekat dengan alam, sehatnya menghirup udara segar, air yang sejuk, dan tanah yang begitu langka ditemui sehari-hari di kota memiliki nilai tersendiri. MTB-ers yang bersahabat dengan alam ini cenderung mencari adrenalin dengan bersepeda. Jatuh terbentur batu, atau pohon, berlumuran tanah, luka-luka sampai patah tulang pernah dialami sebagian besar pecinta sepeda gunung baik itu cross country (XC), downhill (DH) dan lainnya. Itulah tantangan sepeda gunung. Apalagi bagi yang hobi mengikuti lomba, tekanan dan tantangan yang dirasakan sangat kental memacu adrenalin.
Downhill. Mencium batu. (Photo: Life)
Cross Country. Bergelut dengan sepeda. (Photo: Life)
BMX
Sepeda BMX berukuran paling kecil diantara yang lain. Kecil-kecil cabe rawit, itu mungkin jukukan yang pas untuk jenis sepeda favorit anak-anak ini. BMX sendiri terbagi dua secara umum, BMX Cross (balapan) dan BMX Freestyle (trik). Keduanya juga sama-sama memiliki resiko cedera.
BMX freestyle. Salah mendarat. (Photo: Life)
Balap sepeda (Road bike)
Penggemar sepeda jalan raya ada yang mengatakan alasan memilih sepeda ini karena dirasa lebih aman dari MTB. Selain yang memang memilih sepeda ini karena terbiasa dari kecil, praktis dan ada keasyikan tersendiri. Serunya bersaing dengan rival yang terlihat jelas posisinya membuat jantung terpacu hebat. Tapi bila alasan lebih aman, rupanya gambar-gambar berikut tidak menjelaskan bahwa sepeda balap tidak terlepas juga dari resiko yang membuat badan nyeri-nyeri.
Road. Gugur satu, gugur semua. (Photo: Life)
Track
Untuk memakai velodrome sebagai area balap harus menggunakan sepeda khusus. Sepeda track yang kini sedang tren dan 'turun ke jalan' yaitu fixed gear. Ya, sepeda yang digunakan memang rangka (frame) balap, fixed gear dan tanpa rem. Velodrome dibuat bisa beralaskan beton ataupun kayu. Jangan pula katakan antara satu dan yang lainnya memiliki resiko yang kecil. Alas beton terasa berat dikayuh (menurut pendapat beberapa atlet track) dibanding alas kayu. Alas beton ini memang resikonya yaitu bila sang atlet jatuh bisa dibayangkan media tempat jatuhnya begitu keras. Sedangkan alas kayu lebih disukai para atlet karena lebih ringan dan mulus dikayuh untuk mendapat kecepatan maksimum. Namun, resiko dari alas kayu ini yaitu bila benturan keras dari kecelakaan atlet bisa lebih parah. Potongan kayu bisa menancap pada tubuh atlet.
Insiden di velodrome alas kayu yang dialami sprinter Jojo Awang. (Photo by John Pierce)
Jadi, penggemar sepeda, ini hanya gambar dan cerita pengalaman yang sudah pernah terjadi. Apapun jenis sepedanya tetap tak luput dari hal-hal yang membuat badan nyeri. Membaca dan melihat artikel ini bukan berarti menyurutkan semangat pecinta sepeda menjadi mundur dan takut. Justru jadi lebih waspada dan menghindari kecelakaan seperti dalam gambar-gambar tersebut. Jangan pernah abaikan keamanan saat bersepeda. Selamat bersepeda kawan Sportku!
SPORTKU.com (CYCLING), SPORTKU.com CYCLING contents includes Mountain Bike, Down Hill, Free Style, Dirt Jumper, as well as cother types of cycling in multiple hi-res pictures, as well as coverage on video streaming.
SPORTKU.com will have feature such as CYCLING track layout in pictures as well as on-helmet video camera. We would also cover many club activities such as Mahaka Cycling, Sebex, etc
Sent email to : redaksi@sportku.com to have our Video Reporter covering your event, or sent your videos/pictures to be published at SPORTKU.com CYCLING section.