News » Actual
Short URL:
Topic of The Week
Kesuksesan Game Pokemon untuk Dunia Sepeda Masa Depan
Thu, 04 Aug 2016 | 11:37
Teks : Adi Supriyatna
Dibaca : 594 kali

SPORTKU.COM - Sejak diluncurkan di AS pada 6 Juli lalu, game Pokemon telah menciptakan fenomena tersendiri. Game yang memadukan kecangihan teknologi vitual dengan dunia nyata itu dimainkan oleh banyak orang termasuk di Indonesia. 

Secara umum, fenomen Pokemon memang tidak terasa secara drastis bagi kalangan pesepeda. Aksi berburu ‘monster’ itu pun seakan tidak memiliki daya tarik bagi para pesepeda.

Namun demikian, ada sejumlah benang merah yang bisa ditarik dari fenomena tersebut untuk dunia bersepeda, yaitu teknologi Augmented Reality (Realitas tertambah). 

Alih-alih mengejar makhluk animasi pada smartphone, para pesepeda bisa menghabiskan waktu untuk mengejar sesama pesepeda sebagaimanan di Strava atau Zwift. Jauh lebih baik bukan? 

Augmented reality sangat mungkin memainkan peran dalam dunia sepeda di masa depan. 

"Anda mungkin berpikir tentang Augmented Reality dan kacamata cerdas serta bagaimana hal itu bisa membuat pengalaman bersepeda lebih menyenangkan atau meningkatkan kinerja ada peluang besar," kata Tom Fowler, direktur penjualan dan pemasaran Intel untuk perangkat yang dapat dikenakan di kepala.

Menurut Fowler, ada banyak cara yang menarik untuk meningkatkan performa bersepeda melalui data yang dapat dilihat secara cepat. Tidak mengherankan bila kemudian perusahaan tersebut melihat potensi Augmented Reality dalam dunia bersepeda, dan mendorong mereka untuk mengolah data yang akan diintegrasikan ke dalam kacamata pintar.

Dalam waktu yang tak lama lagi, perusahaan seperti Recon, Garmin dan Solos ingin agar rider bisa mendapatkan data pemantauan melalui display dari perangkat yang terpasang di kepala, daripada komputer yang dipasang pada setang.

Lebih jauh lagi, kemungkinan perkembangan Augmented Reality pada dunia sepeda akan tumbuh jauh lebih luas dari sekedar memantau performa atau memeriksa rute melalui perangkat navigasi.

Bagaimana jika Anda bisa melihat melalui kacamata dan melihat lebih dari sekadar jalan yang ada depan? Bagaimana jika Anda juga bisa melihat mitra pelatihan secara virtual? Bagaimana jika dunia maya Zwift Island hadir ke dunia nyata?

Teknologi Augmented Reality dapat memungkinkan pesepeda untuk 'bermain' dengan pengalaman dan cara yang sama dengan yang dihadirkan oleh aplikasi Strava dan Zwift.

Pesepeda bisa belajar dengan simulasi peloton atau bisa berpacu dengan ‘musuh’ imajiner digital untuk melacak kemajuan latihan saat ini, dibandingkan sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang saat ini ditawarkan melalui Strava. Tapi, tentunya itu tidak seefektif dengan bersepeda secara aktual.

Mitra pelatihan virtual juga bisa membantu pesepeda belajar etika bersepeda dalam kelompok yang tepat. Tutorial tersebut bisa mengajarkan pesepeda yang baru sebagai keterampilan yang berharga, misalnya bagaimana untuk bergerak melalui paceline atau teknik lainnya.

Menurut Fowler, tidak sulit untuk meningkatkan realitas bersepeda pada saat ini dan menyediakan segala macam yang terkait dengan game. Tantangannya adalah menemukan pendekatan yang tepat yang mampu menyeimbangkan data yang berguna serta keselamatan.

"Sangat penting untuk menghormati bagian 'realitas' dari augmented reality," tambahnya.

Augmented Reality hadirkan mitra pelatihan virtual dari aplikasi Zwift ke dunia nyata (Foto: Bikeradar)Game, pokemon, aplikasi sepeda, strava, zwift, Intel, garmin, solo, Augemted Reality

Editor : Andi Wahyudi