News » Actual
Short URL:
Keunikan Tour de Siak
Fri, 13 Sep 2013 | 17:00
Teks :
Dibaca : 9.731 kali

Pelaksanaan Tour de Siak memiliki keunikan dibanding lomba balap sepeda di tempat lain. Ini lantaran semua peserta bakal menempuh tiga etape dengan mengelilingi Siak Sri Indrapura yang dimulai pada Jumat (13/9) dan berakhir pada Ahad (15/9).

Setiap etape bakal melewati jembatan yang menjadi ikon kota berjuluk Negeri Istana tersebut. Sementara itu, puluhan pembalap sudah berdatangan ke Siak dan menjalani pengenalan di depan publik di Alun-Alun Siak, Kamis (12/9).

Balap sepeda pertama di Siak ini diikuti sebelas tim dalam negeri dan enam tim luar negeri. Peserta lokal didominasi pembalap pelatnas dan dari luar berasal dari Bahrain, Malaysia, Australia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Singapura.Sekitar 14 pembalap yang pernah berpartisipasi di SEA Games dipastikan mengikuti ajang ini. Hadiah kompetisi balap sepeda ini mencapai 380 juta.

Ketua Pelaksana Tour de Siak Amin Budyadi mengatakan, balap sepeda di Siak sangat unik lantaran rutenya mengelilingi seluruh kabupaten yang baru berusia 14 tahun dengan dominasi jalur mendatar. Ia menyebut, perlombaan balap sepeda berlevel internasional itu terbagi ke dalam tiga etape.

Etape pertama dimulai di depan Istana As Serayahal Hasyimiyah  menuju wilayah Sungai Apit dengan jarak tempuh 115,54 kilometer. Di etape ini, peserta bakal melewati Jembatan Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah yang merupakan jembatan terpanjang di Riau sepanjang 1.650 meter.

Etape kedua, pembalap  menempuh jarak sepanjang 154,18 km, dengan melintasi jalan penghubung antara pusat kota menuju kawasan Dayun yang dikenal dengan istilah Sircuit Race. Sedangkan etape terakhir melintasi 182,12 km. Di etape dengan rute terjauh dan terberat ini, para pebalap akan menempuh jalan berbukit dan berliku, termasuk melintasi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah."Ini adalah even pertama, kami akan total untuk mensukseskan rangkaian kegiatan yang murni dihelat Pemkab Siak agar dikenal ke seluruh Indonesia," kata Amin.

Bupati Siak, Syamsuar menyatakan, Tour de Siak bakal dihelat rutin setiap tahunnya. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjadikannya sebagai kalender tetap pariwisata nasional. Event ini diharapkan dapat menambah daya tarik Siak yang menyimpan potensi warisan budaya Melayu dan keindahan alam.

"Peserta dan masyarakat bisa menyaksikan keindahan panorama alam Siak di sepanjang rute yang dilalui," kata Syamsuar.

Selain itu, lanjut Syamsuar, diprediksi penyelenggaraan Tour de Siak bisa memicu multiplier effect. Pasalnya, secara langsung kunjungan warga ke Siak bisa berimplikasi ke sektor riil. Misalnya, tingkat hunian hotel bertambah dan terjadi peningkatan perputaran ekonomi di masyarakat.

"Infrastruktur jalan, baik itu jalan kabupaten, provinsi dan juga nasional akan jadi perhatian pemerintah, mengingat jalan ini dilalui peserta," ujarnya.

Sumber : Republika